About Rizanatul Fitri

Saya adalah gadis satu-satunya diantara dua saudara kandung saya. Orang terdekat saya biasa memanggil saya “Riza”. Saya lahir di sebuah desa kecil yang termasuk dalam wilayah kota yang masyhur dijuluki kota bahari tepatnya pada tanggal 18 Februari 1998. Sedari kecil, saya dituntut untuk mandiri. Ayah dan ibu saya sibuk bekerja. Saat saya duduk di bangku kelas 5 SDN Gembong 01, saya harus mengurus adik saya yang berumur 5 tahun. Ayah saya bekerja di Jakarta sebagai tukang kayu dan Ibu saya berdagang di luar kota namun setiap hari pulang ke rumah ba’da dzuhur atau asar. Beranjak SMP, saya bersekolah di SMPN 1 Talang. Adik saya sudah belajar untuk mandiri sehingga ia sudah tidak terlalu bergantung kepada saya. Lanjut ke SMA, saya bersekolah di SMAN 3 Slawi. Perjalanan rumah ke sekolah saya tempuh selama lebih kurang 15 menit menggunakan sepeda motor atau 30 menggunakan angkutan umum. Saat libur SMA, saya bermimpi untuk kuliah di kampus favorit dibawah naungan pemerintah. Saya bekerja keras mencari uang untuk mendaftar biaya les dan biaya pendaftaran kampus termasuk universitas negeri lainnya. Serangkaian tes saya jalani. Namun takdir bekehendak lain, saya gagal masuk kampus impian saya, SNMPTN maupun SBMPTN pun saya gagal. Wal akhir, saya mendaftar UM UNNES dengan pilihan prodi sejarah dan sosiologi serta satu pilihan asal yakni pendidikan bahasa Arab. Tes UM UNNES berakhir, tiap jam sesuai jadwal pengumuman saya buka situs online pengumuman UM namun server selalu saja error. Hingga tepat pukul 12 malam server dapat terbuka dan seketika saya shock sekaligus bersyukur, saya dapat melanjutkan pendidikan saya di Universitas negeri namun dengan prodi yang tidak saya minati. Namun dengan bismillah saya jalani pilihan Tuhan atas takdir saya. Sudah banyak yang saya korbankan namun inilah pilihan Tuhan untuk saya, mungkin ini cara Tuhan merubah saya menjadi pribadi yang lebih baik dengan teman-teman yang ilmu agamanya dalam dibandingkan saya. Hingga kini saya masih bertahan di prodi pendidikan bahasa Arab karena saya sadar bahwa ada teman yang tak seberuntung saya, adapula pula teman yang bernasib sama seperti saya. Selain itu, saya juga sangat bersyukur kepada Tuhan yang telah memberi pelajaran sekaligus makna kehidupan kepada saya tentang apa yang dinamakan sebuah kerja keras dan pengorbanan serta keikhlasan.

WASPADA !!! Pemicu Pelecehan dan Kekerasan Seksual. Siapapun Bisa Menjadi Korban

Oleh: Rizanatul Fitri Pelecehan seksual dan kekerasan seksual kerap menghantui pikiran perempuan yang mayoritas berpeluang menjadi korban. Namun, di era distrubsi sekarang ini pelecehan maupun kekerasan seksual tidak hanya menghantui perempuan, akan tetapi siapapun. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orang gila. Prevalensi tingkat kekerasan terhadap perempuan di Indonesia disebutkan mencapai 30 persen. Sedangkan

By |2018-12-26T22:03:29+00:00Desember 26th, 2018|Categories: Gender|Tags: , , |0 Comments