TAK TERLIHAT

Penulis: Ristiva Putri Dirmaningrum

Pagi hari yang cerah ketika bangun dari tidur begitu mengejutkan. Tak bisa dipungkiri dia si gadis ceria dan agak pendiam merasa khawatir melihat mata kuliah yang dia ambil semester ini. Dialah Rina seorang mahasiswi Fakultas Hukum di Universitas Gadjah Mada yang baru beranjak memasuki semester 3. Dia bukanlah seorang gadis yang pintar, tapi juga tidak bodoh-bodoh amat. Setelah masa libur yang panjang tibalah saatnya masa perkuliahan semester 3 dimulai. Salah satu yang dia khawatirkan adalah mata kuliah Hukum Administrasi Negara (HAN) karena dia tidak begitu paham tentang materi Hukum Administrasi Negara (HAN) yang memang terkenal sulit dan susah dicerna bahasanya. Hari pertama masuk di perkuliahan dia merasa gelisah dan khawatir. Bukan hanya karena faktor matakuliahnya tetapi juga dengan dosenya yang membuat dia merasa tegang, gelisah dan membuat otak berpikir lebih keras. Selayaknya seseorang yang bersembunyi di dalam kabut hitam pekat, penuh misteri dan mampu membuat detak jantung berdetak tak beraturan serta mampu membuat keringat dingin mengalir begitu deras. Entah kenapa dia merasa begitu, akan tetapi ternyata bukan hanya dia saja yang merasakan tegang dan gelisah tetapi temen-teman lainya pun juga banyak yang merasa tegang dan gelisah. Memang sih pada awal perkuliahan cara mengajar dosenya membuat mahasiswanya pening. Sebenarnya cara mengajar Bapak Dosenya enak dan jelas. Karena mungkin faktor materi Hukum Adminstrasi Negara (HAN) yang memang sulit dan para mahasiswanya sering ditunjuk-tunjuk justru itu membuat mahasiswa menjadi tegang, gelisah dan membuat otak harus berpikir lebih keras. Begitulah yang juga dirasakan oleh Rina, dia merasa tegang dan gelisah saat mengikuti perkuliahan Hukum Administrasi Negara (HAN). Sehingga dia menjadi pendiam dan tak terlihat.

Rina sebenarnya bukanlah gadis yang pemalu juga didalam kelas, akan tetapi karena dia terlalu tegang, dia menjadi pendiam dan seperti tak terlihat. Perkuliahan Hukum Administrasi Negara (HAN) sebenarnya enak tapi entah kenapa dia tidak begitu menyukai Hukum Administrasi Negara (HAN) bukan hanya materinya saja yang sulit akan tetapi bahasanya pun juga sangat sulit dicerna atau dipahami. Semester 3 memang menjadi titik dimana dia sangat berjuang karena semakin naik ke semester tertinggi semakin sulit juga perjuanganya akan tetapi dia selalu berjuang mati-matian dalam melalui segalanya agar cita-cita dan impianya tercapai. Sekalipun Hukum Administrasi Negara (HAN) itu sulit, dia tetap berusaha sebisa dan semampu dia. Karena dia berprinsip bahwa tugasmu disini adalah belajar mencari ilmu tetapi jika suatu saat kamu berhadapan dengan penghalang impianmu dalam mencari ilmu yang sedang kamu rintis maka bangunlah untuk melawanya, jangan biarkan kamu kalah karena kamu adalah pemenang yang sesuangguhnya.

Rina diam bukan berarti dia tidak tahu atau tidak mengerti dalam masa perkuliaha Hukum Administrasi Negara (HAN) akan tetapi dia hanya merasa takut untuk mengucap kata karena dari awal dia masuk di matakuliah ini dia sudah merasa tegang dan canggung maka dari itu kenapa dia memilih diam. Setelah masuk beberapa minggu Bapak Dosen memberikan dia tugas observasi disini dia bersama teman-temanya pergi untuk observasi di salah satu LBH di Yogyakarta untuk mengetahui tentang seluk beluk Ijin Pendirian Pabrik Semen disitu dia merasa senang bisa mengetahui bagaimana sih prosedur dan proses pendirian pabrik semen itu, dan  Pro Kontranya dengan masyarakat. Dengan adanya observasi tersebut dia merasa senang karena dia bisa mendapat ilmu tambahan melalui tugas diberikan Bapak Dosenya selain materi yang dia dapat dikelas.

Rina bersama tiga sahabatnya selalu kompak susah seneng selalu dia bagi dan cerita kepada kesahabatnya. Begitu pula dalam pelajaran mereka saling bantu membantu dalam segala hal seperti halnya saat uts mereka selalu belajar bersama saling menjelaskan jika sahabatnya ada yang kurang mengerti. Saat UTS pun Rina sempat gelisah dan tegang karena UTS sifatnya lisan. Saat UTSpun benar dia tegang dan bingung karena soalnya diluar diguaan entah kenapa nasip buruk sedang menimpanya malamnya padahal dia sudah belajar sampai malam dan bangun pagi untuk belajar lagi tapi hasilnya kurang memuaskan. Dari situ dia sedih dan merasa kecewa karena tidak bisa menjawab dengan maksimal. Tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur dan tidak bisa dikembalikan lagi menjadi nasi. Setelah itu dia bertekat nilai UAS nanti harus lebih bagus dari nilai UTS.

Masa UASpun tiba, UAS tersebut dilaksanakan secara tertulis Rina memang sudah mempersiapkan semampu dan sebisa dia. Sudah belajar semampu dia dan tak lupa dia selalu berdoa kepada Allah SWT agar saat UAS diberi kemudahan dan kelancaran dalam menjawab soal yang diberikan oleh Dosennya. Setelah UAS beberapa hari nilaipun akhirnya keluar dia merasa agak kecewa nilainya mepet dan kurang memuaskan dan dia memohon dan selalu berdoa semoga dia diberi nilai akhir yang sempurna setidaknya jangan mengulang paling tidak minimal dapat “B” dia sudah bersyukur atau dapat “AB” sangatlah berterimakasih dan bersyukur tapi apalah daya nilai bukan dia yang menentukan dia hanya berdoa dan terus berdoa agar ada keajaiban semoga ada kebahagian setelah menempuh perjuangan di semester 3 ini. Bersabar bukan hanya duduk dan menunggu, melainkan melihat kedepan. Bukan hanya memandang duri dan melihat mawar, bukan pula melihat siang dan malam. Sehingga perlu bersabar bahwa bulan pun butuh waktu untuk menjadi purnama. Karena itu dalam mencapai impian harus bersabar dan terus berusaha itulah yang sedang dilakukan oleh Rina agar dia menjadi orang yang terlihat karena orang yang tak terlihat bukan berarti dia bodoh, karena dia masih membutuhkan waktu untuk menjadi yang paling terlihat.

Belajar Hukum Administrasi Negara (HAN) seperti terkunci didalam pintu yang sulit dibuka, lenyap dalam derai air yang sangat deras, jatuh dalam jurang yang dalam akan tetapi karena itulah yang akan mengubahmu menjadi segalanya. Menjadi tahu dan paham karena belajar dan mencari ilmu itu tidak akan rugi justru menambah kecerdasan kita. Karenanya Rina sangatlah senang bisa belajar Hukum Administrasi Negara (HAN) di kampus tercintanya. Walaupun Hukum Administrasi Negara (HAN) memang sulit akan tetapi dia terus berusaha agar menjadi bisa.

Sebenarnya perkuliahan Hukum Administrasi Negara (HAN) itu asik karena bisa tau apa itu HTN apa itu HAN sehingga kita mengerti hakekat negara yang sesungguhnya seperti apa yang telah dijelaskan pula oleh beberapa ahli hukum mengenai warga negara dengan pemikiran mendewa dan luar biasa. Memahami tentang negara memang bukanlah hal yang mudah. Rina dan teman-temanya harus terus membaca berulang kali dan mencoba memahami apa yang dimaksud oleh para ahli negara dengan penuh semangat dan tidak mudah menyerah. Rina bukanlah orang yang selalu malas akan tetapi dia dalam perkuliahan selalu berusaha mengerti dan memahami apa yang diterangkan oleh dosenya, jikalau dia memang kurang mengerti bukan berarti dia bodoh tetapi karena ilmu dia memang belum setinggi orang jenius dan dia masih perlu bimbingan kepada para dosen atau teman-temanya yang pintar. Jika kalian terus ada dikegelapan maka musnahlah kalian, akan tetapi jika kalian bangun dan berjalan kesumber cahaya maka bersinarlah kalian. Untuk itu lihatlah kedepan berjuanglah dan melangkahlah maju kedepan agar kalian menjadi yang terdepan.

MEREKA BISA KITAPUN HARUS BISA KARENA ALLAH PASTI MEMBERIKAN JALAN JIKALAU KITA TERUS BERUSAHA MENJADI YANG PALING TERLIHAT……

Hits: 19

By |2020-05-10T02:47:00+07:00Mei 10th, 2020|Categories: Cerpen, Hukum, Uncategorized|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.