Gadis Kecil dalam Kepingan Ambisi

Penulis: Tri Mahwati

Sang waktu telah menunjukkan pukul 12.00 pada hari dan kala itu. Suara langkah kaki mulai ramai terdengar, mengisyaraktkan untuk segera berpindah dan beranjak pergi. Langkah kaki gadis kecil itu membawanya ke depan bangunan kecil yang berada di sudut belakang sebuah pelataran yang selalu menyerukan suara merdu untuk mengingatkan serta mengundang orang-orang agar senantiasa mengingat Tuhan mereka. Bangunan itu bukanlah bangunan biasa melainkan sebuah bangunan yang dapat membuat hati tiap insan damai saat berada disana, tempat dimana setiap orang bercerita dan bercengkerama dengan Tuhan mereka dikala senang, sedih, maupun disaat mereka merasa bimbang. Gadis kecil itu perlahan melangkah dan memasuki bangunan itu dan berniat untuk menumaikan kewajibannya kepada Tuhan nya.

Waktu sungguh cepat berlalu, gadis kecil itu mengarahkan pandangannya pada jam tangan berwarna silver yang melingkar dengan indah ditangannya.” Huufftt” desahnya seraya mempercepat langkahnya meninggalkan tempat itu. Langkahnya terhenti di depan sebuah ruangan yang menurutnya adalah sebuah ruangan yang selalu membuat hatinya berkecambuk setiap saat tanpa henti. Gadis kecil itu ragu-ragu apakah akan masuk atau tidak, ia ragu-ragu apakah akan melanjutkan langkahnya ataukah tidak. Akhirnya dengan segala keragu-raguan yang ada di dalam dirinya ia memilih untuk melanjutkan langkahnya. Gadis kecil itu kemudian memberanikan dirinya untuk mulai memegang gagang pintu dan memutuskan untuk membuka pintu ruangan itu dan akhirnya ia membuat dirinya sendiri masuk kedalam ruangan tersebut. Gadis kecil itu kemudian melangkahkan kakinya pada sebuah bangku kosong yang berada di baris kedua di ruangan itu dan ia memutuskan untuk duduk ditempat itu, tempat yang menurutnya mungkin akan membuatnya nyaman berada di ruangan itu.

Waktu telah menunjukkan pukul 12.50 suasanya masih sama seperti 15 menit yang lalu. Suasana hening ruangan yang hanya diisi oleh segelintir orang saja. Ruangan yang hening karena hanya diisi oleh orang-orang yang sibuk dengan urusan dan kesibukan mereka masing-masing. Diam dan saling diam itulah yang gadis kecil itu rasakan, tanpa ada saling tanya apalagi tegur sapa. Waktu terus berjalan dan ruangan itupun akhirnya telah penuh. Tanpa gadis kecil itu sadari ruangan itu ternyata telah penuh, dipenuhi oleh orang-orang yang telah siap menunggu dan menerima segudang ilmu pengetahuan dari seeorang yang mereka semua anggap adalah seseorang yang sangat luar biasa. Dan mereka semua menanggilnya dengan sebutan Profesor.

Suasana hening tiba-tiba terpecah karena teriakan seseorang “ Haii dia datang!!! Siapkan jiwa dan pemikirian kritis kalian, kehidupan yang sesungguhnya sebentar lagi akan dimulai.”, Seseorang kemudian masuk kedalam ruangan dimana gadis kecil itu berada. Ya benar sekali, beliau adalah seorang Profesor dengan rasa ingin tau yang sangat tinggi dan jiwa serta pemikiran yang sangat kritis pula. Dan ruangan ini seketika menjadi ruangan yang sangat riuh karena perdebatan disana-sini yang sangat alot yang tak ada habis-habisnya.

Pandangan gadis kecil itu kosong, tatapannya kabur dan dia hanya hanya bisa terdiam. Diamnya gadis kecil itu bukan berarti dia paham dengan apa yang dijelaskan oleh sang profesor, bukan juga karena dia bingung dengan penjelasan yang telah diberikan oleh professor tersebut. Pandangan kosongnya serta sifat diamnya lantaran memang dia memang benar-benar tidak tahu apa yang dimaksud serta apa yang dibicarakan oleh sang professor di dalam ruangan itu. Diamnya juga lantaran dia hanya belum bisa mengikuti arus serta atmosfer yang ada dalam ruangan tersebut. Arus serta atmosfer yang memiliki nuansa yang sangat berbeda, dimana di dalam ruangan tersebut hanya dipenuhi oleh orang-orang yang setara dan sederajat serta memiliki pemikian yang sama dengan sang professor, yakni orang-orang yang memiliki rasa ingin tau yang sangat tinggi dan jiwa serta pemikiran yang sangat kritis pula. Sifat diamnya makin menjadi disaat orang-orang tersebut saling adu pemikiran dan argumen yang dipenuhi dengan ambisi layaknya singa yang sedang bertarung untuk mendapatkan pengakuan sebagai raja hutan yang dapat menguasai segalanya sehingga semuanya tunduk kepadanya. Hal lain yang membuat sifat diam gadis kecil itu semakin menjadi adalah disaat segala argument mereka di permainkan serta dibolak-balik kan oleh sang professor yang membuat gadis kecil itu semkin bingung dan bimbang.

Kini hari-harinya memang telah berubah karena itulah jalan kehidupan yang telah dipilihnya. Ia telah memilih jalan kehidupan yang berbeda dari kehidupannya yang sebelumnya. Kini ia tak bisa lagi hanya diam termenung dan membawa segala sesuatu dalam hidupnya dengan pemikiran yang santai, kini ia dituntut dan dipaksa untuk berjiwa kritis serta memiliki pemikiran yang kritis pula. Itulah sebabnya mengapa ia memutuskan untuk memasuki sebuah ruangan yang pada dasarnya ruangan itulah yang selalu membuat hatinya berkecambuk setiap saat tanpa henti, itulah sebabnya mengapa ia memilih untuk membuka pintu itu dan membuat dirinya sendiri masuk dalam ruang hampa dengan pandangan kosong dan tatapan kabur serta hanya bisa terdiam dan selalu saja diam. Tekad yang berlapis dengan keyakinan yang kuat inilah yang menjadi landasan pokok gadis kecil itu untuk menjalani kehidupan barunya. Berbekal tekad dan keyakinan itulah yang membuat ia percaya dia dapat bertahan dalam ruang kehidupan itu. Itulah mengapa ia mau masuk kedalam ruangan yang pada hakikatnya adalah ruangan yang membuatnya merasa tidak tenang berada disana.

Gadis kecil itu telah memilih jalan hidupnya serta telah bertekad untuk mengubah dirinya menjadi pribadi yang setidaknya dapat mengubah dunia walau hanya dengan sebuah harapan. Sebenarnya harapannya tidaklah besar tetapi harapannya itu juga tidak bisa disebut sebagai sebuah harapan yang kecil. Harapan gadis kecil itu sebenanya hanyalah ingin menjadi sosok yang memiliki andil dalam proses membenahi negaranya. Dengan jiwa nasionalismenya gadis kecil ini bertekad untuk memahami dengan sedalam-dalamnya serta menyelami hingga palung yang paling dalam mengenai segala sesuatu tentang apa yang ada di dalam negaranya terutama yang berhubungan dan yang saling berkaitan dengan pemerintahan dalam negaranya. Oleh karena itu gadis kecil ini selalu ingin belajar dan terus belajar ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan negara dan salah satunya adalah belajar mengenai sistem pemerintahan negara. Itulah alasan yang paling nyata mengapa gadis kecil itu memutuskan memilih jalan kehidupannya yang baru dan gadis kecil itu berusaha untuk memberanikan diri masuk kedalam ruangan yang memaksa gadis kecil ini untuk selalu berjuang mengikuti kelas sang professor mengenai hakikat dan kedudukan negara yang sesungguhnya.

Dengan semangat belajar yang tinggi dan kepercayannya akan sebuah harapan ia mencoba mendalami serta memahami arti sebuah negara yang sesungguhnya. Dia mulai bertekad untuk berubah dan terus bergerak untuk melangkah maju. Gadis kecil itu selalu berusaha dan terus mencoba untuk mengubah pandangan kosongnya menjadi sebuah pandangan yang penuh makna, ia selalu berusaha dan terus mencoba untuk merubah tatapan kaburnya menjadi tatapan yang membangkitkan semangat serta ia juga selalu berusaha dan terus mencoba untuk mengubah sifat diamnya menjadi sesuatu yang memunculkan pemikiran yang kritis dan berkredibilitas tinggi, sehingga gadis kecil itu dapat menjadi sosok yang intelektual serta seseorang yang bijak yang penuh dengan jiwa nasionalisme untuk merubah negaranya menjadi negara yang lebih baik lagi, sehingga gadis kecil ini bisa merubah dunia. Gadis kecil ini memiliki keyakinan yang kuat bahwa negaranya dapat menjadi lebih baik lagi sehingga negaranya dapat membuat sebuah perubahan besar untuk dunia yang membuat semua orang hidup dengan damai dan bahagia, dan dia bisa menjadi salah satu sosok yang ikut andil dalam proses membenahi negaranya sehingga dapat membuat sebuah perubahan besar untuk dunia yang membuat semua orang hidup dengan damai dan bahagia dengan segala kepingan-kepingan ambisi yang ada di dalam dirinya.

Gadis kecil dengan sejuta kepingan ambisi adalah tekad kuat yang mampu mengubah dunia menjadi lebih baik lagi. Gadis kecil itu memiliki keyakinan bahwa Tuhan akan selalu bersama dengan orang-orang yang sabar dan mau bekerja keras serta segala sesuatu tidak ada yang tidak mungkin selama Tuhan bersama kita. Maka dari itu bekerja keraslah jangan mudah menyerah dan bersabarlah untuk mendapatkan hasil manis dari semua kerja keras kita serta jangan lupa senantiasa berdoalah dan mintalah hasil yang terbaik dalam hidup kita hanya kepada Tuhan mu, karena Tuhan akan selalu bersama kita.

 

RANGKAILAH MIMPIMU,

WUJUDKAN HARAPANMU,DAN

BUATLAH AMBISIMU MENJADI KENYATAAN

Hits: 14

By |2020-05-10T02:46:44+07:00Mei 10th, 2020|Categories: Cerpen, Hukum, Uncategorized|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.