Clean The City; Aksi Sederhana Dalam Celah Ibadah

Penulis: Rahma Roshadi

Sebagai manusia yang mengakui kebesaran Sang Maha Pencipta, kita tentunya memiliki sebuah tujuan yang sama tentang kehidupan setelah kematian. Semua orang beriman menginginkan adanya kehidupan akhir yang indah di surga, dan itu semua hanya bisa terlaksana jika kita kelak pulang dengan membawa bekal yang cukup, bahkan lebih dari cukup. Permasalahannya adalah, jika kita hanya mengikuti ajaran-ajaran ibadah rutin yang diajarkan di dalam kitab suci, maka kita akan berlomba-lomba dengan para alim ulama yang nilai ketekunan ibadahnya sudah melewati batas atas khusyuk seorang manusia biasa. Ibarat kata jika kita sedang memilih sebuah sekolah atau universitas, kita akan bersaing dengan mereka yang nilainya sudah pasti tinggi, hampir tidak ada nilai yang kurang, dan sudah pasti dalam ujian akan melewati passig grade yang diberikan. Lalu bagaimana agar kita bisa menambah kredit poin dari ibadah kita, disamping ibadah-ibadah rutin yang selalu dijalankan yang mungkin kurang sempurna nilainya?

Allah dan rasulNya mengajarkan kepada kita tentang menjadi sebaik-baik manusia yaitu dengan memberikan manfaat bagi sesamanya. Pernahkah kita memperhatikan kebersihan sekeliling kita mulai dari rumah, tetangga, RT, RW, sampai lingkungan yang lebih besar lagi. Kita mengenal ajaran baik dari agama terkait kebersihan, karena dengan hidup bersih berarti kita juga melatih hidup sehat. Jika kita sehat, maka itu adalah salah satu cara kita untuk bersyukur kepada Allah taala atas nikmat badan yang sempurna dan sehat. Dan jika kita bersih pula, niscaya akan nyaman pula ketika kita beribadah kepada Allah karena minimal kita tidak terganggu dengan keringat, gatal, atau bau badan.

Sesederhana membersihkan lingkungan rumah sendiri, hanya saja dilakukan untuk membantu kebersihan yang dibutuhkan orang lain. Clean The City, adalah sebuah komunitas besutan Jemaat Ahmadiyah Indonesia, yang fokus dengan gerakan sederhana namun bermakna. Mereka adalah pemuda-pemudi ahmadi yang dengan semangatnya menunjukkan bahwa generasi muda harus bisa melakukan sebuah gerakan sederhana namun bermanfaat bagi masyarakat, dan juga bernilai ibadah. Gerakan Clean The City ini, yang digaungkan oleh Majelis Khudammul Ahmadiyah, kerap melakukan gerakan serentak di beberapa kota, untuk membersihkan sampah-sampah di kota pasca terselenggaranya acara-acara yang menggunakan ruang publik seperti Asian Games, atau perayaan malam tahun baru. Sebagaimana sering terlihat, pada acara-acara seperti itu selalu berakhir dengan sampah yang menggunung. Pengeruk sampah yang dimiliki oleh pemda masing-masing, tidak selamanya bisa mengatasi kuantitas sampah yang lebih besar. Demikian halnya teknologi, tidak selamanya akan menjadi solusi manakala kuantitas sampah sudah semakin besar dan besar.

Kebanyakan para relawan tidak turut serta pada hingar bingar acara yang diselengarakan, namun ketika semua orang pulang dengan lelah dan meninggalkan sampah, disitulah mereka hadir mengharap berkah. Bukan berkah dalam arti materi, melainkan berkah dari Allah taala, karena pemandangan kota yang  indah dan bersih bebas sampah adalah dambaan setiap warganya. Kerelaan tim Clean The City untuk bergerak secara sukarela, semata-mata untuk mewujudkan kebersihan kota, dan keindahan yang didambakan seluruh warganya tanpa pilih-pilih. Sampai saat ini telah tercatat hampir 7000 orang relawan Clean The City, yang tersebar di beberapa propinsi di indonesia.

Inilah salah satu contoh kecil namun konkrit mengenai hubungan kepada sesama manusia yang Insya Allah juga bisa memberikan nilai plus pada rapot ibadah kita. Memperhatikan kebersihan lingkunga sekitar denga tidak hanya sebatas memberikan komentar di dinding media sosial tentang kotornya kota, namun bergerak dengan langkah nyata untuk membantu membersihkan walaupun dengan peralatan yang sederhana. Kita tidak perlu menyiarkan tentang keikhlasan kerja kita sehari-hari, namun cukup dengan membuktikan lewat perilaku kita setiap hari. Sepanjang kita masih berada di bumi Allah subhaanahu wa taala, maka peningkatan nilai-nilai ibadah yang harus dilakukan tidak hanya semata-mata dalam hubungan habbluminallah. Akan tetapi hubungan secara horizontal untuk kebaikan sesama juga menjadi salah satu tanggung jawab kita sebagai umat manusia. Perlakukanlah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Maka jika kita ingin senantiasa nyaman dengan lingkungan yang bersih, bergeraklah walapun sedikit untuk peduli dengan kebersihan lingkungan sekitar. Clean The City, adalah aksi nyata para ahmadi untuk kedamaian dan kebersihan negeri.

Hits: 17

About the Author:

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.