Berhati-hatilah Terhadap Kebenaran

Oleh : Kafka Zulkahfi

Disuatu hari berkumpulah sekumpulan orang-orang yang hendak mengikuti tes, mereka dihadapkan pada sebuah permintaan dari seorang instruktur. Dengan diberikan secarik kertas putih yang masih bersih, para peserta diminta untuk membuat gambar pohon yang berada dihadapannya. Dan tak lama setelah dimulai peserta tes mulai mengumpulkan hasil gambar pohon tersebut sesuai kemampuan menggambar masing-masing peserta. Instruktur menerima  hasil gambar seluruh peserta tes.

Pada kesempatan berikutnya peserta diminta memfoto pohon yang sebelumnya mereka gambar, dengan syarat posisi peserta saat mengambil gambar sudah ditetapkan instruktur dan peserta boleh mengambil foto hanya menggunakan kamera yang dimiliki masing masing peserta. Peserta dipersilahkan menggunakan kamera jenis compact camera, digital camera, video camera, atau bahkan smartphone camera. Instruktur menentukan satu posisi untuk mengambil foto tersebut. Setelah dilakukan pengambilan foto, hasil foto diberikan kepada Instruktur. Instruktur menerima seluruh hasil foto yang dibuat oleh para peserta.

Memasuki perkembangan jaman now, semakin berkembang juga cara berfikir banyak orang dalam menyikapi segala sesuatu hal yang tengah dihadapinya. Dengan berlatar belakangi oleh proses penerimaan informasi dan mengolah informasi yang diterimanya, maka sangat memungkinkan terjadinya dinamika pemikiran seseorang dalam melakukan penilaian tersebut. Namun berkembangnya cara berfikir seseorang tersebut memunculkan fenomena bahwa mudahnya terjadi perselisihan dari perbedaan pandangan tiap orang yang dikeluarkan ditengah-tengah masyarakat.

Lantas kenapa terjadi hal yangdemikian? Adakah yang keliru didalamnya? Lalu dimanakan meletakkan benar itu dalam berpendapat, agar tidak memunculkan perselisihan?

Dengan dilatarbelakangi apa yang diterima sebagai informasi oleh setiap orang, itu yang menjadi awal bagaimana dia akan berfikir dan bersikap selanjutnya. Setiap orang sangat mungkin menerima informasi yang berbeda satu sama lainnya. Setiap orang yang menerima informasi tersebut bisa dikatakan benar dalam apa yang dia terima sebagai informasi. Lalu bagaimana dia memberitahukan informasi tersebut kepada pihak yang diluar dirinya yang menjadi titik perhatian kali ini.

Mencermati penggalan awal yang dimulai adanya 2 (dua) peristiwa menggambar pohon dan memfoto pohon dengan kamera bisa dijadikan alat ukur bagaimana melihat sesuatu yang dianggap benar tadi lalu meletakkannya ditengah-tengah khalayak umum.

Pada kegiatan menggambar pohon, instruktur menerima seluruh gambar meskipun bermacam bentuk pohon yang tergambar, ada yang memiliki dahan besar, ada yang daunnya terlalu sedikit, ada yang berukuran pendek, ada yang terlalu tinggi. Tetapi yang menjadi dasar adalah seluruh peserta telah menggambar pohon dengan benar. Instruktur tidak mempermasalahkan ukuran-ukuran spesifik pada gambar pohon yang dibuat masing-masing peserta,karena itu merupakan cara peserta menggambar dan bisa juga ditentukan sudut peserta melihat pohon saat digambar. Sehingga instruktur menerima dan tidak satupun yang dianggap kelirudalam membuat gambar pohon.

Kemudian saat dilakukan sesi foto pohon, panitia menerima seluruh foto yang diambil peserta dikarenakan peserta telah benar melakukan foto sesuai objek yang diminta. Meskipun hasil foto dengan masing-masing kamera berbeda. Ada yang berbeda ketajaman gambarnya, ada yang buram, ada yang berbayang, dan lainnya. Namun hasilnya tetap benar sebagai sebuah foto dari objek yang diminta.

Begitu jugalah benar itu berada, setiap orang dalam beranggapan benar perlu memperhatikan bahwa sangat mungkin pandangan benar yang berbeda dengan dirinya mengandung unsur benar yang tidak bisa dialihat dikarenakan sudut pandang melihat yang berbeda. Terdapat jarak antara anggapan benarnya seseorang terhadap benarnya pandangan orang lain yang disebabkan sudut pandang yang berbeda, cara pandang yang berbeda dengan orang lain.

Menyikapi hal tersebut maka diperlukan kesederhanaan dan kerendahan dalam menilai apa benar, karena dari sudut pandang yang berbeda, benar itu bisa bermacam-macam bentuknya. Dan dari satu cara pandang, benar itu bisa terlihat banyak lapisan-lapisannya. Apabila kemungkinan benar yang tidak bisa ditemukan oleh seseorang, sementara benar tersebut didapatkan dari pihak diluar dirinya maka sudah sepantasnya mengedepankan kerendahan diri dalam mengedepankan pandangan dihadapan orang lain. Kebenaran yang dianggap pasti benar oleh dirinya biarlah tetap berada di dalam diri sendiri dan tidak perlu diutarakan kepada yang lain dikarenakan setiap individu juga mempunyai potensi untuk mengalami salah yang sama.

image source: erabaru.net

Setiap orang perlu mengedepankan menghormati seluruh pandangan yang ada tanpa berusaha mengedepankan bahwa pandangannya yang paling benar. Sehingga implikasi dari kesederhanaan berpendapat tersebut akan menciptakan keindahan berpendapat, keharmonisan berhadapan dengan setiap orang yang ada. Akan terbangun proses salingmenghormati, menghargai dan bertoleransi di setiap perbedaan pandangan dannilai yang terkandung didalamnya tanpa ada unsur memaksakan kehendak, dan bertahan dengan sekuatnya atas pandangan yang dianggap benar bagi dirinya.

Maka untuk itu, diperlukan sikap kehati-hatian dalam menilai benar atau tidak sesuatu ketika berhadapan dengan orang lain. Setiap orang memiliki kemungkinan untuk lupa terhadap dirinya sendiri bahwa setiap yang dianggap benar itu juga belum pasti benar. Saling mencari apa yang benar dan bukan mencari-cari siapa yang benar menjadi penawar dari setiap perselisihan yang timbul dari asumsi benarnya masing-masing. Saling mencari, melengkapi yang benar, ambil yang bisa diambil dari pendapat yang lainuntuk memperkaya pemahaman kita untuk menemukan yang lebih benar dari kebenaran masing-masing. Kerendahan diri terhadap asumsi benarnya diri sendiri akan mengantarkan diri kita untuk menemukan apa yang sesungguhnya yang paling benar.

Hits: 42

By |2018-12-26T22:35:15+00:00Desember 26th, 2018|Categories: Toleransi|Tags: , , |0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.