Jangan Sebut Mereka Bencana, Karena Disitulah Tempat Tinggal Kita.

Oleh : Kafka Zulkahfi

Bumi, salah satu benda langit yang berada dalam sistem tata surya kita, sampai saat ini masih dianggap sebagai satu-satunya tempat yang paling memungkinkan manusiauntuk dapat hidup didalamnya. Manusia dapat menghuninya karena bumi menyediakan kebutuhan dasar manusia untuk dapat hidup. Ketersediaan udara, air, tanah, tanaman dan sumber-sumber primer untuk nantinya manusia olah dalam memenuhi kebutuhannya menjadikan bumi sebagai tempat yang sangat nyaman untuk ditinggali.

Kita dikenalkan melalui ilmu pengetahuan bahwasanya segala sesuatu yang ada di bumi ini merupakan rangkaian aktifitas, interaksi-interaksi antar semua makhluk yang ada yang sering kita sebut sebagai ekosistem. Setiap makhluk memiliki kegiatannya masing-masing sesuai dengan perannya di dalam ekosistem itu sendiri. Kita juga mengenal adanya rantai makanan, bahwa antara makhluk saling memakan satu dan lainnya berdasarkan habitat alamiahnya masing-masing. Disebutsebagai karnivora karena hanya bisa memakan daging sebagai asupan makanannya,ada yang menamakan herbivora karena hanya dapat memakan tumbuh-tumbuhan, sertaada omnivora yang bisa memakan baik gading maupun tumbuhan.

Lalu kita mengetahui juga bahwa tanah tempat kita berpijak itu bergerak, bahwadaratan dibumi ini terbagi atas beberapa lempengan layaknya puzzle raksasa di atas lapisan mantel yang bersifat cair sehingga menyebabkan lempengan tersebut terus bergerak, saatkita melihat ke langit dan akan mendapati bahwa awan juga bergerak mengikutiarah angin yang menerpanya, saat kita melihat gunung berapi layaknya seperti lubang ventilasi udara berukuran besar dari perut bumi yang disaat-saattertentu dapat mengeluarkan isinya ke permukaan, dan manusia terus mencari tahulebih banyak lagi gejala-gejala keteraturan bumi ini.

image source: ameonyq.wordpress.com

Jika melihat usia bumi ini terhadap manusia, bumi terlalu jauh didekatkan dengan hadirnya manusia di dalamnya. Proses pembentukan yang telah menyentuh lebih dari milyar tahun sehingga membentuk bumi yang dapat dihuni seperti saat ini oleh manusia merupakan bagian dari proses alamiah bumi sesuai fungsi dan peran bumi itu sendiri tercipta. Kita akan sulit membayangkan bagaimana proses pembentukan bumi yang sudah sangat lama dan bila pada akhirnya bumi tidak bisa menjadi tempat hunian bagi manusia layaknya beberapa planet lainnya yang beradadi sistem tata surya ini. Maka kondisi manusia sangat mungkin tidak akan bisaberkembang dengan baiknya selayaknya apa yang terjadi di bumi saat ini.

Namun, dalam perkembangan selanjutnya, pemikiran manusia sampai pada memunculkan pengertian yang perlu mendapatkan perhatian yaitu adanya istilah bencana alam. Hal yang yang mendasar dan perlu mendapatkan perhatian khusus adalah apa yangmenjadi alasan kita mengatakan bahwa alam menjadi bencana bagi manusia. Dalamarti bencana itu sendiri dapat diurai bahwa bencana adalah sesuatu yang menyebabkan (menimbulkan) kesusahan, kerugian, atau penderitaan; kecelakaan;bahaya. (id.wikipedia.org)

image source: dw.com

Apakah benar bahwa alam menimbulkan kesulitan, kerugian dan penderitaan bagi manusia yang hidup didalamnya, ataukah manusia yang keliru memahami kondisi yang ada sehingga menganggap bahwa kesukaran yang timbul tidak dipahami sebagai sebab akibat yang dilakukan oleh manusia terhadap alam. Bahwa ada rangkaian interaksi yang harus tetap dipatuhioleh alam dalam sebuah ekosistem, yang mau tidak mau, suka tidak suka alam akan merespon setiap apapun interaksi yang ada di dalamnya.

Ketika intensitas hujan tinggi dandisaat bersamaan banyaknya daerah resapan air yang dialih-fungsikan oleh manusiamaka yang timbul adalah tidak ada daya tampung untuk menahan jumlah air yang turun dari hujan berakibat banjir. Saat tanah dalam posisi kemiringan dan tidak memiliki penopang tanah dikarenakan tidak adanya pohon maka berakibat tanah bergerak dan longsor. Saat ada interaksi lempeng bumi yang bergerak dan bersenggolan yang satu dan yang lainnya maka muncullah gempa bumi yang jika gempa bumi tersebut berada dilaut maka dapat mengakibatkan adanya gelombang air laut. Atau disaat keseimbangan udara terganggu dengan semakin banyaknya udara panas menyelimuti atmosfer sehingga berakibat iklim di permukaannya mengalami perubahan.

Alam bekerja berdasarkan sebab akibat yang timbul di dalamnya. Manusialah yang seharusnya merespon dengan baik interaksi-interaksi yang terjadi di dalamnya. Bahwa ada tempat-tempat yang mempunyai potensi lebih besar atas dampak interaksi alam yang timbul maka tempat-tempat tersebut harus direspon dengan bagaimana upaya manusia dalam mempersiapkan dampak yang akan terjadi. Manusia yang tinggal di daerah pegunungan aktif maka akan harus tahu apa yang akan terjadi apabila gunung tersebut meletus dan dampak apa yang akan ditimbulkan. Orang-orang yang bermukim di pesisir pantai yang masuk dalam tepian lempengan bumi harus mengenal gempa bumi di bawah laut yang dapat menimbulkan gelombang air laut. Pendudukyang berada di wilayah pegunungan dan memiliki topografi perbukitan maka harus mengerti apa fungsi utama dari pepohonan yang menutupi perbukitannya. Setiaporang harus tahu bahwa pemanasan udara terjadi karena proses pembakaran yang mempercepat naiknya suhu udara permukaan di bumi.

Dan penyematan pengertian bencana pada alam hanya akan membuat manusia di muka bumi seperti makhluk yang tidak memiliki rasa penghormatan terhadap alam itu sendiri. Bahwa alam telah berusaha menyediakan kebutuhan yang dibutuhkan manusia selama hidupnya, namun dianggap sebagai bencana dikarenakan ketidak pahaman manusia bahwa interaksi seluruh elemen alam adalah sesuatu yang tidak bisa manusia atur sekehendaknya. Bahwa manusia disini adalah penumpang di dalam bentang alam yang disediakan.

Maka menghormati alam dan tidak pernah menganggap alam sebagai bencana adalah bagian dari cara manusia untuk berterima kasih atas apa yang telah manusia terima. Setiap yang kita perbuat untuk melestarikannya, berusaha menjaganya, tidak merusak dan membinasakannya makaalam tahu betul untuk bagaimana berterima kasih juga kepada manusia yang melakukannya. Sebelum alam bila dimungkinkan untuk berbicara dan menganggap bahwa jangan-jangan manusialah yang menjadi bencana kepada alam. 

*) penulis merupakan pekerja di salah satu perusahaan swasta.

Hits: 43

By |2018-12-17T01:31:50+00:00Desember 17th, 2018|Categories: Uncategorized|Tags: , , , |0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.